one theme, three expressions

Convertible Rubik’s Cushions

Convertible Rubik’s Cushions

This is the last part for the “Rubik’s cube” series. You can check out the first two parts here (for something delicious) and here (for drawing inspiration).

Ini bagian terakhir untuk seri “Rubik’s cube”. Anda dapat melihat 2 postingan lainnya di sini (untuk resep) dan sini (untuk ilustrasi).

This week’s theme on the brainy cube has given me the chance to practice my sewing again. We had been thinking of creating a “nap space” in our working room and thought something that doesn’t take much space is preferable. So after a quick search for inspiration, I thought making a soft collapsible Rubik’s cube will work for us. It can be laid as sleeping mattress to sleep on or be treated as floor cushions.

Tema minggu ini telah memberi kesempatan kepada saya untuk latihan menjahit kembali. Kami ingin membuat tempat istirahat di ruangan kerja kami dan poin pentingnya adalah tidak mau perabotnya makan tempat. Jadi, setelah mencari inspirasi di sana-sini, akhirnya saya membuat bantalan duduk kubus Rubik yang bisa diubah menjadi kasur.

You can use the exact same colors as those used in a Rubik’s cube if you aim to recreate the original (just make sure to have at least 9 square pieces for each of the colors). In my case, I am using up fabrics from old shirts and some leftovers from my previous sewing projects. Let’s get started!

Bila ingin hasilnya mirip seperti benda aslinya, anda boleh menggunakan warna yang sama dengan warna pada kubus Rubik (anda akan memerlukan 9 helai persegi untuk setiap warnanya). Untuk kali ini, saya menggunakan kain-kain dari baju bekas dan sisa dari craft sebelumnya. Ayo dimulai!

Apart from the 6 outer sides of the cube, there are 3 more invisible inner sides, which are only visible when laid out as a mattress. Image above: the 3 big grey squares at the bottom and the 9 smaller squares marked with an “a” in the middle are areas that are not visible when stacked (including the bottom side of the cube). However, the “a” areas will be visible when laid out as mattress while the grey ones will not be. If you are feeling ambitious, you can do patchwork all the way (you will need to cut and sew 81 squares, though).

For my Rubik’s cushions, I used a big sheet of synthetic leather for the grey squares and go patchwork for the rest. For the size, the small square is measured at 200mm x 200mm each (including the 10mm seam allowance each side), resulting a 540mm x 540mm x 540mm Rubik’s cube.

Selain 6 sisi luarnya, ada lagi 3 sisi bagian dalam yang hanya akan terlihat bila kubus dibuka saat ingin dijadikan matras. Gambar di atas: 3 persegi besar abu-abu pada bagian bawah dan 9 persegi kecil yang ditandai dengan huruf “a” di bagian tengah adalah area yang tidak akan terlihat saat kubus tertutup (termasuk dasar kubus). Area “a” hanya akan terlihat saat kubus dibuka menjadi matras (area abu-abu tetap tidak terlihat). Bila anda ingin semua sisi terlihat seperti bagian dari kubus Rubik, anda bisa mencoba menjahit patchwork untuk semua sisi (anda akan perlu menyediakan dan menjahit 81 helai kain persegi).

Saya menggunakan 3 lembar kulit sintetis yang besar untuk bagian abu-abu dan menjahit patchwork untuk sisanya. Ukuran masing-masing persegi kecil adalah 200mm x 200mm (termasuk jarak keliman 10mm untuk setiap sisinya). Hasilnya adalah sebuah kubus Rubik berukuran 540mm x 540mm x 540mm.

One of the sides. Yes, I have 9 different patterns for each side and I’m not sure if I can call this a Rubik’s cube (probably not).

Salah satu sisinya. Kubus saya memiliki 9 motif yang berbeda pada setiap sisinya dan saya cukup yakin ini tidak bisa disebut sebagai kubus Rubik.

Just so that the cushions stay together, I sewn in a “strap” in between.

Supaya bantalan tidak lari sana-sini, saya menjahitkan 2 strap kecil di antara 3 lapisan pembentuk kubus ini.

Drawing above is where the “strap” goes. The top left is the top layer, the top middle is the middle layer and the top right is the bottom layer of the cube. When done, the 3 sheets should overlap each other like the bottom image.

Gambar di atas adalah untuk referensi di mana strap dijahit. Gambar kiri atas adalah lapisan teratas, gambar tengah atas adalah lapisan tengah dan gambar kanan atas adalah lapisan bawah kubus. Setelah 2 strap dijahit, maka ketiga lapisan akan menimpa satu sama lain seperti gambar tengah bawah di atas (umm?).

When the top cushion “closes”, the black fabrics in between will not be visible.

Saat lapisan atas ditutup, kain hitam di antara lapisan tidak akan terlihat.

For the filling, I cut up our old mattress (from like 30 years ago or so) and wrapped them in plastic sheets (I recommend using something else to cover the foam blocks because plastic sheets can create unpleasant noises).

Untuk isiannya, saya menggunakan matras bekas dari masa kecil (umurnya saja mungkin sudah 30 tahun) dan dibungkus dengan plastik (sekedar saran, sebaiknya jangan menggunakan plastik untuk bungkusan isian karena saat bantalan diduduki, plastik akan mengeluarkan suara kresek kresek yang bikin ga betah duduknya).

Get the foam blocks inside, close stitch them and we are done!

Masukkan isian dan tutup jahitannya. Selesailah bantalan kubus Rubik kita!

Cushions to mattress, converting in motion.

Perubahan bantalan duduk menjadi matras.

Thank you for reading. If you have any questions, please feel free to write on the comment box below or just shoot us an email (fromscratchindonesia@gmail.com). Hope to see you again soon!

The “Rubik’s cube” series:

     



%d bloggers like this: