one theme, three expressions

Roll-Up Accessories Case

Roll-Up Accessories Case

This is the last part for the “layer” series. You can check out the first two parts here (for something delicious) and here (for drawing inspiration).

Ini bagian terakhir untuk seri “layer”. Anda dapat melihat 2 postingan lainnya di sini (untuk resep) dan sini (untuk ilustrasi).

Of all wearable accessories, I can say that I wear necklaces the most (after wristwatch). Necklaces have been part of me for almost everyday for the past 10 years (and most probably will not leave me anytime soon). I’ve stored them in box-cases all this while and had not thought about properly displaying or organizing them. But as the number increases each year, I think it’s time to do something about them.

Aksesoris yang paling sering saya pakai selain jam tangan adalah kalung. Saya memakainya hampir setiap hari selama 10 tahun terakhir ini. Sampai sekarang, saya hanya memasukkan semuanya dalam beberapa kotak tanpa menyusunnya. Tapi karena jumlahnya terus bertambah setiap tahun, saya rasa sudah saatnya melakukan sesuatu.

This is how I’ve been keeping my accessories and it took me forever just to untangle one of them.

Selama ini saya menyimpan aksesoris di dalam kotak dan ikatan kalungnya jadi runyam.

We’ll need some fabrics (I used a mix of felt and synthetic leather), some snap buttons and colorful buttons (optional), hand sewing kit and basic writing and measuring tools. Let’s get started.

Kita akan membutuhkan kain (saya menggunakan kain flanel dan kulit sintetis), kancing jepret dan kancing hias (opsional), jarum & benang, dan peralatan menulis dan mengukur. Ayo dimulai!

Prepare 2 sheets of 230mm x 500mm fabric (for base, inside and outside).
Depends on how many rows you want to have, cut 2 pieces of 15mm x 40mm and 1 piece of 15mm x 80mm fabrics for each row (500mm can give you 5 rows).

Siapkan 2 helai kain berukuran 230mm x 500mm (untuk dasar, luar dan dalam).
Tergantung banyak baris yang diinginkan, guntinglah 2 helai kain dengan ukuran 15mm x 40mm dan 1 helai kain dengan ukuran 15mm x 80mm untuk setiap baris (dengan kain sepanjang 500mm, kita bisa mendapat 5 baris).

Sew one side of every short one near to the edges and the long one in the middle (sew it right at the middle part too). Sew every loose end with a snap button and its counterpart on the base, about 30mm from the sewn line to create a wavy space.

Jahit salah satu ujung semua helaian pendek pada sisi samping kain dasar dan jahit bagian tengah semua helaian panjang ke bagian tengah kain dasar. Beri kancing jepret pada setiap ujung lainnya. Pasangan kancingnya dijahit sekitar 30mm dari ujung satunya lagi untuk memberi kelonggaran seperti gambar di atas.

On the outer side, sew 2 belt loops, about 160mm apart from each other. When you are done, sew the outer and inner fabrics’ wrong side together (I used blanket stitch).

Pada bagian luar, jahitkan 2 tali ikat pinggang dengan jarak sekitar 160mm di antaranya. Setelah selesai, jahit kain dasar dalam dan luar menjadi satu (saya menggunakan jahit feston).

Just for fun, I added colorful buttons on top of the snap buttons (got them from old shirts and spare buttons that come with them).

Saya juga menambahkan kancing dengan berbagai bentuk (dari baju lama dan kancing ekstra) pada bagian atas kancing jepret.

Keeping them in place with the new organizer.

Tempat aksesoris baru ini mencegah aksesorisnya terikat satu sama lain.

Roll it up for easy stowing.

Gulung kain untuk memudahkan penyimpanan.

Or you can use it when traveling (if you always bring many extra accessories like me).

Atau bisa juga anda gunakan saat bepergian (kalau anda tipe yang selalu membawa aksesoris ekstra seperti saya).

Thank you for reading. If you have any questions, please feel free to write on the comment box below or just shoot us an email (fromscratchindonesia@gmail.com). Hope to see you again soon!

The “layer” series:

  



%d bloggers like this: